Kemajuan teknologi mempercepat proses globalisasi yang memacu perubahan masyarakat di hampir semua sektor kehidupan. Perubahan masyarakat yang sangat cepat diikuti oleh peningkatan ketergantungan budaya, ekonomi, dan politik antar kelompok masyarakat. Arus globalisasi dapat mendorong terjadinya persaingan yang semakin cepat ditambah lagi dengan tingginya minat belajar dari masyarakat mendorong sekolah harus menyediakan sarana prasarana pendidikan terutama dalam bidang informasi dan komunikasi.
Berdasarkan analisis empirik bahwa pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama cenderung sangat teoretis dan kognitif, belum menyentuh aspek pemecahan masalah kehidupan yang akan di hadapi sehari-hari. Konsep manajemen berbasis sekolah merupakan salah satu usaha untuk menjawab tantangan serta perubahan kehidupan yang terus berkembang. Konsep ini memberi peluang dan ruang gerak yang luas bagi sekolah untuk bekerja sama dengan masyarakat dalam menentukan program dan rencana pengembangan sekolah, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing. Dalam usaha untuk mengimplementasikan Permendiknas RI No. 19 tahun 2007 butir E. yang mengisyaratkan “setiap sekolah wajib hukumnya untuk membangun dan mengelola sistem informasi manajemen sekolah berbasis teknologi informasi sehingga terwujud manajemen sekolah yang akuntabel dan tingkat aksesabel yang tinggi “. Hal ini seiring dengan visi sekolah “Mewujudkan SMP Negeri 1 Subbang menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menuntut sekolah untuk menyediakan sarana prasarana sumber belajar yang mobile untuk dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Hal ini terjabarkan dalam misi sekolah “ Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan administrasi sekolah sehingga terwujudnya sekolah yang efektif, efisien, akuntabel dan sustainable ”